JAKARTA, LM – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) meluncurkan Gerakan Booking Berkah Ramadan 1447 H di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Gerakan tersebut sebagai ikhtiar strategis untuk mendorong kemandirian ibadah kaum dhuafa, khususnya di wilayah pelosok, daerah terdampak bencana, serta kawasan 3T yakni, Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
Peluncuran program tersebut dilaksanakan secara hibrida dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Waryono Abdul Ghafur, serta mitra kolaborasi IZI.
Direktur Utama Laznas IZI Wildhan Dewayana, menyampaikan Booking Berkah Ramadan tidak dirancang sebagai program bantuan sesaat.
“Ramadan seharusnya menjadi momentum ketenangan dan kekhusyukan ibadah. Karena itu, kami ingin memastikan kebutuhan dasar dan sarana ibadah mustahik telah terpenuhi sejak awal Ramadan,” ujarnya.
Wildhan menjelaskan, gerakan ini disusun untuk menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi kaum dhuafa menjelang Ramadan, mulai dari keterbatasan pangan, akses alat ibadah, hingga kondisi musholla dan lingkungan ibadah yang kurang layak.
”Pendekatan ini kami harapkan dapat menjaga martabat mustahik sekaligus mendukung keberlanjutan ibadah selama Ramadan,” tambahnya.

Selama Ramadan 1447 H, implementasi Booking Berkah Ramadan akan menjangkau 17 kantor perwakilan IZI, wilayah khusus pascabencana di Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara, serta berbagai titik di wilayah 3T di Indonesia.
Bantuan disalurkan melalui lima pilar utama, yakni Benah Musholla, Paket Ramadan, Ifthor dan Takjil, Sebar Al-Qur’an, serta Penyediaan Alat Ibadah.
Sementara itu, Waryono Abdul Ghafur menegaskan persoalan kemiskinan di Indonesia semakin kompleks, terutama pascabencana. “Ramadan menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat yang memiliki kecukupan rezeki agar mengambil peran nyata dalam membantu sesama melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag mengapresiasi konsep Booking Berkah Ramadan yang dinilai mampu mendorong kepedulian publik secara lebih konkret.
“Istilah ‘booking’ ini menarik, karena mengajak donatur untuk secara sadar menentukan siapa yang akan ditopang kebutuhannya, sehingga penyaluran zakat menjadi lebih terarah dan berdampak,” katanya.
Seiring dengan perluasan dampak program, IZI juga memperkuat kemudahan layanan zakat bagi para muzakki. Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat Laznas IZI, Muhammad Ardhani, menjelaskan bahwa partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.
Berbagai kanal disiapkan, mulai dari layanan digital melalui bookingberkahramadhan.com dan zakatpedia.com, kehadiran gerai zakat di ruang-ruang publik, hingga pengembangan program IZI Affiliate yang membuka ruang kolaborasi lebih luas antara masyarakat dengan Inisiatif Zakat Indonesia. (YAT)










