Film Ramayana Siap Tayang di Bioskop Indonesia, Gelontorkan Dana hingga Rp3,9 Triliun

Ilustrasi.

JAKARTA, LM – Film epik mitologi India yang disutradarai oleh Nitesh Tiwari, Ramayana bakal menyapa para pecinta film dunia. Bagi pencita film di Indonesia Ramayana dipastikan bakal tayang di bioskop nusantara, Kepastian itu terungkap melalui unggahan Sony Pictures Indonesia selaku distributor film tersebut.

Film epos megah Ramayana, proyek sinematik ini dirancang dalam dua bagian untuk mengisahkan kembali bait-bait puisi epik Hindu secara komprehensif. Bagian pertamanya dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada november mendatang, bertepatan dengan perayaan Festival Diwali.

“Sebuah perjalanan epik yang belum pernah ada sebelumnya. Saksikan trailer resmi #Ramayana, tayang segera eksklusif di bioskop,” tulis akun resmi @SonyPicturesID pada Jumat (21/8/2026).

Kepastian tayang di Indonesia ini sejalan dengan langkah Sony Pictures yang resmi mengamankan hak distribusi internasional untuk seluruh wilayah di luar India.

Sementara untuk pasar domestik India, distribusi film tersebut dipegang rumah produksi Dharma Productions milik Karan Johar.

Diproduseri Namit Malhotra melalui Prime Focus Studios, Ramayana diproyeksikan menjadi sinema berskala global.

Film yang diproduksi menjadi dua bagian ini menggaet deretan bintang papan atas India, mulai dari Ranbir Kapoor yang memerankan Pangeran Rama, Sai Pallavi sebagai Sita, hingga aktor legendaris Yash sebagai Raja Iblis Ravana.

Alur cerita Ramayana berfokus pada petualangan dan perjuangan Pangeran Rama bersama sang istri, Sita, yang diculik oleh Ravana. Peristiwa penculikan tersebut menjadi pemantik perang epik antara kekuatan kebaikan melawan kejahatan.

Produksi Ramayana turut melibatkan deretan nama besar pemenang penghargaan dunia. Penggarapan musik latar film ini diserahkan kepada komposer pemenang Piala Oscar Hans Zimmer yang berkolaborasi dengan A.R. Rahman.

Di lini visual, studio efek visual DNEG yang mengantongi delapan Piala Oscar lewat pengerjaan film Dune, Interstellar, hingga Inception dipercaya menangani efek visual film ini.

Pengarahan koreografi aksi juga melibatkan Terry Notary dan Guy Norris, serta tata artistik yang dirancang Ramsey Avery dan Ravi Bansal.

Variety pada 23 Juli memberitakan Ramayana akan dirilis dalam berbagai bahasa, termasuk versi bahasa Inggris demi menjangkau penonton internasional.


Ranbir Kapoor akan bermain sebagai karakter utama di film Ramayana.

Film epik tersebut dijadwalkan mulai meluncur ke layar lebar secara global pada November 2026, bertepatan dengan momen perayaan Diwali. Begitu pula dengan Part II saat Diwali 2027. Namun, belum ada detail jadwal tayang Ramayana di bioskop Indonesia.

Diketahui Kisah Ramayana pertama kali ditulis pada abad ke-4 SM oleh penyair sekaligus maharishi Valmiki dalam 24 ribu bait. Cerita utamanya berfokus pada petualangan Pengeran Rama, penjelmaan Dewa Wisnu, dalam menyelamatkan istrinya, Sita, yang diculik oleh Raja Ravana.

Kendati telah diadaptasi berulang kali, versi terbaru ini dipastikan hadir dengan skala produksi yang jauh lebih masif serta visual memukau.

Biaya produksi untuk satu bagian film Ramayana diperkirakan menelan dana sekitar US $200-250 juta atau setara Rp3,1 hingga Rp3,9 triliun.

Anggaran fantastis tersebut memecahkan rekor sebagai biaya pembuatan film India termahal sepnajang sejarah, melampaui rekor film Kalki 2898 AD yang dirilis pada 2024.

Adapun bagian kedua film ini dirpoyeksikan membutuhkan biaya yang tidak jauh berbeda dan dijadwalkan rilis pada 2027 mendatang.

Produser Ramayana, Namit Malhotra, menegaskan bahwa besarnya anggaran ini sejalan dengan target pasar yang diincar. “Sejak awal, film ini memang diranacang untuk penonton global.” ungkapnya, mengutip laporan dari Bbc.

Besarnya dana produksi dialokasikan untuk pemanfaatan teknologi canggih. Pengerjaan efek visual dipercayakan kepada DNEG (Double Negative), studio asal London yang telah mengantongi delapan piala Oscar lewat karya-karya besar seperti Blade Runner 2049, Oppenheimer, Dune, dan The Oddysey.

Selain visual yang megah, Ramayana juga menghadirkan terobosan teknologi melalui penerapan post-dubbing berbasisng kecerdasan buatan.

Teknologi ini mampu menyesuaikan gerak bibir karakter secara presisi dengan dialog terjemahan bahasa asing, seperti bahasa Mandarin sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih natural bagi penonton internasional. (JAN)

 

Pos terkait