Hanggini Kembali Sapa Penggemarnya di Film “SADALI”, Perankan Karakter Arnaza

Aktris film Hanggini bersama Adinia Wirasti dan Faiz Vishal saat acara press junket eksklusif di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).
banner 468x60

Hanggini kembali tampil lewat layar lebar jadi Arnaza di Film “SADALI”.  Film terbaru berjudul ‘Sadali’ ini memberikan perspektif baru tentang kesabaran hingga kedewasaan secara emosional.

Dalam proyek garapan sutradara Indra Gunawan ini, Hanggini kembali memerankan karakter Arnaza, seorang perempuan yang terjebak dalam dilema cinta segitiga antara Sadali dan Mera.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Film Sadali sendiri dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 5 Februari 2026 mendatang. Ceritanya masih mengangkat premis pencarian jati diri dan kisah cinta yang tertahan, berdasarkan adaptasi novel karya Pidi Baiq.

Bagi Hanggini, memerankan Arnaza memberikan tantangan tersendiri, terutama terkait latar belakang budaya tokoh tersebut yang sangat kental dengan adat Minang.

“Kalau dari aku pribadi mungkin kesulitan syutingnya karena aku aslinya bukan orang Padang. Jadi sama kayak film pertama, gimana waktu itu aku bisa menjadi Arnaza yang ‘Minang banget’ gitu,” ujar Hanggini di MPV Tower, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Tidak hanya soal logat dan dialek, proses produksi film ini ternyata memiliki teknis yang cukup berat. Hanggini mengungkapkan bahwa proses syuting dilakukan secara bersamaan dengan film pertamanya. Hal ini menuntut konsentrasi tinggi untuk menjaga kesinambungan karakter dalam dua garis waktu yang berbeda, yakni era 90-an dan 2000-an.

“Dan mungkin kesulitannya juga karena, bener kata Mbak Asti, kita syutingnya di bulan yang sama, di satu hari pun kita bisa syuting kayak film kedua, terus kita balik lagi ke film kesatu,” katanya.

“Tantangannya di situ sama mungkin kesulitannya lebih ke gimana caranya Arnaza di tahun 90-an nanti bisa balik lagi ke Arnaza 2000-an dan segala macam situasinya sih,” sambungnya.

“Kalau lewat Arnaza sendiri mungkin dia lebih mengajarkan kayak komitmen dan rasa sabar. Karena mungkin kalau lihat di film yang pertama kan kayaknya kompleks banget gitu loh kisah cintanya. Jadi ada rasa sabar Arnazanya, sabar Sadalinya juga gitu,” kata Hanggini.

Selain naskah yang menarik, keterlibatan Hanggini dalam film ini juga didasari rasa penasaran terhadap pengemasan naskahnya. Mengingat karya Pidi Baiq dikenal dengan kekuatan kata-katanya, ia merasa puas ketika melihat hasil adaptasi visual dari kumpulan kutipan-kutipan puitis tersebut.

“Dan yang bikin aku ngambil film ini karena aku penasaran gimana jadinya film yang dibikin dari kumpulan quotes-quotes dan puisi bentuknya seperti apa gitu diadaptasinya. Dan ternyata aku happy sih sama hasilnya,” pungkasnya. (NYL)

 

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *