Banjir Bandang Terjang Sitaro Sulut, 11 Orang Tewas 2 Hilang

Kondisi banjir bandang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
banner 468x60

SITARO, LM – Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 10.20 Wita. Bencana alam tersebut menerjang dua kecamatan, yakni Siau Barat dan Siau Timur. Data terkini pada pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia menjadi sebelas orang.

Peristiwa banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 5 jam tanpa henti. Debit air yang meningkat drastis kemudian berubah menjadi banjir bandang.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dari kesebelas korban meninggal dunia, enam jenazah telah terindentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan.

Kepada keluarga korban meninggal dunia, BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban.

“Hingga malam ini, lima orang masih dinyatakan hilang atau dalam pencarian. Operasi search and rescue atau SAR belum dilanjutkan karena terhalang cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor susulan pada lokasi bencana. Operasi SAR akan segera dilanjutkan keesokan hari,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya.

Selain korban meninggal dunia, kejadian ini turut berdampak pada 143 Kepala Keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi. Pemerintah daerah setempat membuka pos pengungsian sementara di Gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, kids ware, dan makanan siap saji di pengungsian.

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.”

Bupati Kepulauan Sitaro merespons kejadian ini, menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui SK Nomor 1 Tahun 2026 selama 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal 5 Januari sampai dengan 18 Januari 2026.

“Untuk keperluan pembukaan akses jalan yang putus BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat (excavator dan wheel loader) ke lokasi bencana dengan target kerja ketika cuaca telah memungkinkan,” ujar Abdul Muhari.

Sementara itu menurut Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi, hingga saat ini hujan masih terus turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Hingga saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Berdasarkan data sementara, banjir bandang di Kecamatan Siau Barat menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu orang dinyatakan hilang, dan tujuh mengalami luka-luka.

Sementara di Kecamatan Siau Timur, dampak banjir bandang Kepulauan Sitaro lebih parah. Tercatat enam orang meninggal dunia, 18 orang mengalami luka-luka, serta satu warga masih dalam pencarian.

Selain menelan korban jiwa, banjir bandang Kepulauan Sitaro juga mengakibatkan kerusakan serius pada permukiman warga dan sejumlah gedung perkantoran, termasuk Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro.

“Mako Polres Kepulauan Sitaro tertimbun material berupa batu, tanah dan kayu menutupi setengah Mako Polres. Lima puluh persen gedung Mako bersama fasilitas penunjang dalam keadaan tertimbun material,” katanya.

Saat ini, personel Polres dan Polsek Kepulauan Sitaro bersama warga setempat terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak ke lokasi yang lebih aman.

Kapolres menambahkan, akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus akibat material banjir. Namun, jalur tersebut kini sudah dapat dilalui kembali setelah dilakukan pembersihan.

“Akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus dan sudah dilakukan pembersihan sehingga sudah diakses kembali. Warga terdampak juga sudah dievakuasi ke Gedung Gereja Jemaat KGPM Batusenggo Lindongan I dan rumah-rumah warga Batusenggo yang tidak terdampak bencana,” sebutnya.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih bersiaga dan terus memantau perkembangan banjir bandang Kepulauan Sitaro, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik. (NAP)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *