PBNU dan PP Muhammadiyah Tegaskan Tak Akui Kelompok yang Laporkan Pandji ke Polisi, Bukan Bagian dari Organisasi 

PBNU dan PP Muhammadiyah kompak tidak mengakui kelompok yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya.
banner 468x60

JAKARTA, LM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan tidak mengakui kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya.

Kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menegaskan, kelompok pelapor tidak mewakili sikap resmi organisasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Muhammadiyah menyatakan menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian masalah secara arif dan bijaksana.

“Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART,” demikian unggahan di akun media sosial Instagram yang dikelola Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, @lensamu, Jumat (9/1/2025).

PP Muhammadiyah juga mengingatkan bahwa langkah hukum merupakan hak setiap warga negara. Namun demikian, organisasi kembali menegaskan bahwa pelaporan yang dilakukan Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah sikap resmi persyarikatan.

“Muhammadiyah mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” bunyi keterangan Muhammadiyah.

Hal yang sama diucapkan Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla, dia menegaskan Angkatan Muda NU yang melaporkan Pandji bukan bagian dari struktur PBNU. Menurutnya, di PBNU tidak terdapat lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan dengan nama tersebut.

Polemik pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke polisi kembali memanas. Setelah Muhammadiyah, kini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas menyatakan tidak mengenal dan tidak mengakui kelompok yang mengatasnamakan NU dalam laporan terkait materi stand up comedy Mens Rea.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Gus Ulil dikutip dari laman resmi PBNU, Jumat (9/1/2026).

Gus Ulil menjelaskan, sejak lama banyak kelompok atau individu yang melakukan aktivitas dengan mengatasnamakan NU. Hal itu tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka.

“Sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” katanya.

Dia menambahkan, berbagai gerakan yang mengatasnamakan NU kerap bersifat spontan dan temporer. Bahkan, sebagian hanya muncul dalam waktu singkat.

“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik atas materi stand up comedy yang dibawakannya dalam acara Mens Rea. Laporan tersebut dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah dan tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. (WAN)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *