Polda Metro Jaya Analisa 2.610 Video dari 86 Titik CCTV di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin (kiri).
banner 468x60

JAKARTA, LM – Polda Metro Jaya (PMJ) menganalisa 2.610 rekaman video dari 86 Titik CCTV pengawas untuk menelusuri pergerakan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Analisis tersebut dilakukan untuk memetakan jalur yang dilalui pelaku sebelum dan setelah kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan, penyelidikan segera dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai peristiwa penyiraman air keras tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Setelah kami memperoleh informasi dan laporan sehubungan dengan kejadian dimaksud, selanjutnya kami melakukan upaya penyelidikan, melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Iman menjelaskan, penyidik mengumpulkan setidaknya 2.610 rekaman dari 86 titik kamera pengawas yang berada di sepanjang jalur yang diduga dilalui oleh para pelaku.

“Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya,” ujarnya.

Lebih lanjut Iman merinci sejumlah kamera pengawas tersebut yang berasal dari beberapa sistem pengawasan berbeda.

“Ada 7 titik kamera pengawas atau CCTV yang diambil dari sistem elektronik tilang. Kemudian ada 27 titik yang kami ambil dari Diskominfotik [DKI Jakarta]. Kemudian ada 8 titik yang kami ambil dari Dinas Perhubungan [DKI Jakarta]. Kemudian ada 44 titik CCTV dari warga, artinya rumah warga, kemudian perkantoran, maupun bangunan-bangunan yang ada di sekitar jalur pelintasan pelaku,” tuturnya.

Dari puluhan kamera pengawas tersebut, penyidik memperoleh ribuan rekaman video yang kini tengah dianalisis secara digital.

Iman mengatakan jumlah rekaman yang diperoleh mencapai ribuan potongan video dengan durasi yang cukup panjang.

“Ada 2.610 gambar dalam bentuk video, dengan durasi 10.320 menit. Sehingga kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam menganalisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, diserang lewat aksi penyiraman air keras yang mengarah kepada fisiknya di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia.

Dimas menjelaskan bahwa saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Diketahui, Andrie sempat meninggalkan kantor KontraS pada sore hari untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios).

Setelah itu, ia menuju kantor YLBHI dan melakukan perekaman siniar hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Usai kegiatan itu, Andrie mengendarai sepeda motor menuju rumah kontrakannya melalui Jalan Talang.

Di lokasi itulah, dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan. Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya. (WAN)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *