Sepanjang Tahun 2025 APBN Tekor Rp695,1 T , Meleset dari Target

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Hingga 31 Desember 2025 defisit sebesar Rp695,1 triliun. 
banner 468x60

JAKARTA, LM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Hingga 31 Desember 2025 mengalami defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), realisasinya melebar dari target Rp616,2 triliun.

Defisit terjadi imbas pendapatan yang masuk ke kas negara hanya Rp2.756,3 triliun sedangkan belanja pemerintah mencapai Rp3.451,4 triliun.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Walaupun defisit membesar ke Rp695,1 triliun, itu lebih tinggi dibandingkan APBN yang sebesar Rp606,2 triliun tapi kita tetap jaga bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen. Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Kemudian, keseimbangan primer berada di posisi Rp180,7 triliun atau setara 63,3 persen terhadap APBN tahun ini.

Berdasarkan catatan Purbaya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumpulkan penerimaan 91,7 persen dari outlook 2025. Adapun total target penerimaan negara tahun ini adalah Rp3.005,1 triliun.

Pendapatan negara per 31 Desember 2025 diperoleh dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun dan kepabeanan serta cukai senilai Rp300 triliun.

Ada juga yang bersumber dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sejumlah Rp534,1 triliun.

Dari sisi belanja negara, realisasinya mencapai Rp3.451,4 triliun atau setara 95,3 persen dari pagu anggaran yang tersedia pada tahun ini.

Purbaya merinci belanja negara untuk pemerintah pusat tembus Rp2.602,2 triliun atau 96,3 persen dari target Rp3.621,3 triliun.

Selanjutnya, transfer ke daerah (TKD) menyentuh Rp894,triliun alias 92,3 persen dari target APBN 2025.

“Saya yakin nanti tahun 2026 dengan membaiknya pondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi ke depan harusnya sih defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak pertumbuhan ekonomi ke masyarakat yang lebih besar dibanding tahun lalu,” harapnya. (YAT)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *