Tanggul Sungai Citarum Bekasi Jebol, Ribuan Rumah Warga Muara Gembong Terendam Banjir

Tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Varat jebol sepanjang sekitar 10 meter.
banner 468x60

CIKARANG, LM – Tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat jebol sepanjang sekitar 10 meter, Selasa (20/1/2026)dini hari. Akibatnya, ribuan pemukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1-1,5 meter.

Debit air yang tinggi membuat tanggul tidak mampu menahan arus, sehingga melimpas ke permukiman warga. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa sebagian warga melakukan evakuasi mandiri ke dataran yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Warga bergotong royong berusaha menutup tanggul yang jebol menggunakan alat seadanya agar aliran air tidak semakin deras masuk ke permukiman.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 23.50 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Satibi, salah seorang warga Desa Pantai Bakti, menyampaikan bahwa hingga kini tanggul belum diperbaiki. Warga berharap pemerintah Kabupaten Bekasi segera melakukan penanganan agar masyarakat tidak terus diliputi kekhawatiran, terutama menghadapi musim penghujan.

“Air sungai langsung masuk ke rumah warga karena tanggulnya itu berbatasan dengan jalan dan sebelahnya permukiman,” ujar Satibi di lokasi kejadian, Selasa (20/1/2026).

Lanjut Satibi, letak tanggul yang berbatasan langsung dengan jalan raya mempercepat aliran air masuk ke kampung. Dalam waktu singkat, ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar satu hingga satu setengah meter.

“Tanahnya memang masih gembur karena hujan berhari-hari. Kena rembesan sedikit saja langsung terkikis sampai akhirnya jebol,” kata Satibi.
Banjir tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak satu rumah yang berada tepat di bibir sungai. Penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.
Ketua RT setempat, Minin, mengatakan kekhawatiran warga masih tinggi karena kondisi tanggul belum diperbaiki secara permanen. “Warga memilih mengungsi sementara karena takut air naik lagi. Hujan masih sering turun, sementara tanggul masih rawan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Di tengah keterbatasan, warga bersama aparat setempat melakukan penanganan darurat. Karung berisi tanah dan pasir, bambu, serta alat seadanya digunakan untuk membendung aliran air agar tidak semakin meluas. Upaya itu dilakukan secara gotong royong, meski disadari hanya bersifat sementara.
Hingga kini, warga Muara Gembong berharap adanya penanganan cepat dan serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Perbaikan tanggul secara menyeluruh dinilai mendesak, mengingat ribuan jiwa yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Citarum terus berada dalam ancaman banjir susulan, terutama jika cuaca ekstrem masih berlanjut.
Luapan Sungai Citarum merendam ribuan rumah warga di sekitar bantaran sungai, memaksa sebagian warga mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih tinggi. (TOM)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *