Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Ditangkap dalam OTT KPK, Total ada 7 Orang

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

JAKARTA, LM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat. KPK mengungkap dua orang yang diantaranya merupakan unsur pimpinan dari Pengadilan Negeri (PN) Depok.

“Dalam peristiwa tertangkap tangan yang dilakukan oleh tim pada tadi malam, diamankan sejumlah tujuh orang, tiga orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Jumat (6/2/2026).

Bacaan Lainnya

KPK menjelaskan pihak yang kena OTT dari PN Depok yaitu Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Adapun seorang juru sita yang ikut ditangkap namanya belum terungkap. Mereka tengah mengikuti pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

“Pihak-pihak yang diamankan sampai dengan sore ini masih terus dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ujar Budi.Sementara itu dari pihak swasta ada empat orang yang diringkus KPK dalam OTT. Namanya belum dirinci oleh KPK. KPK hanya menyebut keempatnya berasal dari PT Karabha Digdaya (KRB).”Kemudian empat orang lainnya, pihak-pihak dari PT KRB, salah satunya direkturnya,” ujar Budi.

Dalam OTT ini, KPK menyita uang ratusan juta rupiah. Hanya saja, KPK belum merinci uang tersebut diberi oleh siapa dan ditujukan kepada siapa.

“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” ujar Budi.

Menurut Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Hery Supriyono, ruangan kerja yang disegel KPK milik juru sita, Ketua dan Wakil Ketua PN Depok.

“Itu tempatnya di mana, itu yang saya belum tahu, apakah di kantor, yang jelas sementara yang ada di sini, ruangan beliau-beliau itu yang disegel,” kata Hery saat mengunjungi PN Depok pada Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, Hery belum mengetahui secara pasti lokasi juru sita, Ketua dan Wakil Ketua PN Depok ditangkap KPK.

“Saya belum tahu detailnya yang pasti hanya disegel saja yang saya terima informasinya,” ungkapnya.

Hery membeberkan, tiga pejabat yang terjaring OTT KPK yakni Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta; Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan; dan satu juru sita.

“Pimpinan dari PT sampai MA juga prihatin dan terpukul,” ungkapnya.

“Pimpinan juga sudah untuk mencegah supaya adik-adik kita itu tidak terjadi pelayanan2 yang sifatnya transaksional,” sambungnya.

Untuk kasus ini, Hery menyerahkan sepenuhnya ke pihak aparat penegak hukum dan akan bersikap proaktif dan kooperatif.

Hery pun merasa terpukul atas kasus yang menimpa PN Depok tersebut dan kedatangannya untuk memberikan semangat dukungan moril.

“Adik-adik kita yang notabene ya, karena ini sangat terpukul dengan adanya peristiwa itu,” pungkasnya. (WAN)

 

Pos terkait