Mantan Anggota Kopassus Dibacok Dipicu Cekcok Masalah Renovasi Rumah di Cakung

Unit Reskrim Polsek Cakung saat melakukan olah TKP di Cluster Zebrina III, Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026). Muhammad Fahrur (48), mantan anggota Kopassus menjadi korban pembacokan di Cluster Zebrina III, Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).  
banner 468x60

JAKARTA, LM – Seorang mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Muhammad Fahrul (48), menjadi korban pembacokan oleh tetangganya di Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan terkait pekerjaan renovasi rumah di dekat kediaman pelaku, berinisial JB (57). Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra mengatakan, insiden terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“(Kejadian) sekira pukul 14.30 WIB sewaktu istri pelaku menegur saksi 2 mandor tukang untuk berhenti merenovasi pekerjaan rumah di samping rumah pelaku,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya.

“Iya (korban mantan Kopassus), pensiun dini,” tambahnya.

Fahrul sebagai pemilik proyek meminta mandor tukang untuk tetap melanjutkan renovasi rumah. Setelahnya terjadi cekcok antara Fahrul dan pelaku hingga pelaku menantang dan membacok korban.

Merasa tidak terima, korban juga membalas dengan membanting pelaku ke lantai. Akibat kejadian itu, Fahrul mengalami luka bacok di bagian kanan kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada JGC untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian di Cluster Zebrina III, Cakung Timur, untuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi telah menangkap pelaku dan menyita senjata tajam yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut. Kami juga mengamankan barang bukti berupa golok,” ujar Andre.

Pelaku juga dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi akibat dibanting korban untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kasus tersebut.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi mengatakan kejadian bermula ketika korban yang sedang mengawasi pengerjaan renovasi rumah mendengar suara gaduh.

“Terduga pelaku yang rumahnya tepat disebelahnya membawa sebilah sajam, sambil berteriak memarahi saksi yang sedang bekerja merenovasi rumah,” kata Made, Jumat (23/10/2026).

Kala itu korban menghampiri dan berupaya memenangkan pelaku agar menyelesaikan masalah secara musyawarah, namun pelaku tetap emosi hingga akhirnya terjadi adu mulut di lokasi.

Saat adu mulut tersebut Jef yang emosi seketika berupaya menyerang menggunakan senjata tajam jenis pisau daging, beruntung korban dapat menghindari serangan.

“Kedua kalinya (pelaku) kembali berusaha menyabetkan sajamnya ke arah korban, hingga akhirnya korban terkena luka sabetan di bagian kepala atas sebelah kanan,” ujarnya.

Made menuturkan saat kejadian Fahrul sempat melakukan perlawanan dengan cara membanting pelaku hingga mengalami luka, dan akhirnya dapat diamankan.

Keributan baru berakhir setelah pekerja bangunan, warga, dan petugas keamanan perumahan setempat merelai kejadian, lalu membawa korban ke RS Mayapada, Kecamatan Cakung.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pelaku diduga melakukan penganiayaan karena terganggu suara bising dari pembangunan rumah yang sedang diawasi oleh korban.

“Bisa dibilang (motifnya) begitu, namun hal lainnya mungkin ada lagi sampai saat ini belum diketahui,” pungkasnya. (YAT)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *