Pawai Ogoh-ogoh sambut Nyepi di Bundaran HI, Bikin CFD Makin Meriah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano karno dan Wamen Pariwisata RI, Ni Luh Puspa memeriahkan gelaran Festival Pawai Ogoh-ogoh 2026 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
banner 468x60

JAKARTA, LM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Festival Pawai Ogoh-ogoh 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026). Hal ini merupakan bagian dari acara menyambut Hari Raya Nyepi Saka 1948.

Raden Roro Istiati Wulandari atau yang kerap disapa Mbak Rara, turun langsung saat pawai Ogoh-ogoh di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Minggu (8/3/2026). Adapun Mbak Rara selama ini dikenal publik lewat aksinya sebagai pawang hujan.

Mbak Rara terlihat datang ke acara itu dengan baju kebaya berwarna hijau. Ia terlihat memegang singing bowl atau mangkuk emas sebagai alat ritualnya.

Sekitar pukul 07.33 WIB, Mbak Rara mulai melakukan sejumlah ritual, yang saat itu kondisi cuaca masih diguyur hujan rintik-rintik. Ia terlihat berteriak ke arah langit sambil memukul-mukul singing bowl dengan kentungan kecil yang ia bawa.

Selama beberapa waktu, hujan tetap turun namun dengan intensitas kecil. Pawai pun tetap berjalan baik dan pengunjung tetap bertahan di lokasi acara.

Akan tetapi sekitar pukul 08.26 WIB, hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan tersebut. Hal ini membuat sebagian pengunjung membubarkan diri untuk mencari tempat teduh.

Para peserta menampilkan ogoh-ogoh berukuran besar yang diarak bersama iringan musik dan atraksi budaya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kegiatan ini digelar untuk menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 2026.

“Hari ini saya mewakili Bapak Gubernur merasa bangga dan bahagia. Biarkan Tuhan memberikan keberkahan dari hujan, dan selamat merayakan Hari Raya Suci Nyepi, semoga aman dan damai,” ujar Rano Karno saat sambutannya, Minggu (8/3/2026).

Menurut Rano, festival tersebut merupakan hasil kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan organisasi umat Hindu di Jakarta, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia serta komunitas Hindu Jakarta.

Dia menyebut, pawai tahun ini melibatkan hampir 2.000 peserta yang menampilkan sekitar 13 hingga 15 ogoh-ogoh dalam satu rangkaian parade budaya.

Rano menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan bagian dari tradisi menjelang Nyepi yang melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia yang harus disucikan.

“Ogoh-ogoh merupakan bagian dari tradisi menjelang Nyepi yang melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia yang perlu disucikan,” kata dia.

Ditambahkan Rano, festival ini juga menjadi bagian dari kalender budaya yang tengah dikembangkan Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Ibu Kota.

Rangkaian kegiatan budaya tersebut dimulai dari perayaan Natal melalui Christmas Carol, kemudian Imlek, Ramadan, hingga Nyepi, sebelum mencapai puncaknya pada Idul Fitri.

“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana tradisi dan budaya dapat menjadi jembatan kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat Jakarta yang beragam,” pungkasnya. (YAT)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *