BANGKALAN, LM – Akibat hujan deras disertai angin kencang plafon empat ruang kelas SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, roboh pada Senin (12/1/2026). Ratusan siswa menjalani proses belajar mengajar di teras rumah warga sekitar.
Tanpa meja dan kursi, mereka duduk lesehan berjam-jam, menulis sambil membungkuk, sehingga suasana belajar terasa kurang nyaman.
Kepala SDN Tlagah 2, Fatmawati, mengatakan plafon yang ambruk terjadi di ruang kelas IV serta kantor sekolah. Insiden tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak dini hari.
“Karena mulai jam 2 malam itu hujan deras, guru belum sempat membuka kelas. Begitu siswa datang, terlihat plafon sudah jatuh dan berserakan di ruang kelas. Saya khawatir ada susulan, jadi anak-anak saya taruh di luar,” ujar Fatmawati kepada RRI.co.id, Selasa (13/1/2026).
Akibat kejadian tersebut, sejumlah siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar ruangan, tepatnya di rumah warga sekitar sekolah. Fatmawati menambahkan, kondisi serupa juga dialami ruang kelas V dan VI yang lokasinya berdekatan dengan kantor sekolah.
Sementara itu, kantor guru di SDN Tlagah 2 diketahui telah roboh sejak beberapa bulan lalu. Kondisi tersebut membuat para tenaga pendidik kerap beristirahat dan melakukan aktivitas di bawah pohon di lingkungan sekolah.
“Untuk hari ini, KBM kelas IV, V, dan VI dilaksanakan di rumah warga sekitar. Sedangkan kelas I, II, dan III masih tetap belajar di dalam kelas,” ucapnya.
Fatmawati menyebutkan, SDN Tlagah 2 saat ini menampung sebanyak 248 siswa. Namun, dari total enam ruang kelas yang tersedia, sebagian besar sudah tidak layak digunakan karena kondisi bangunan yang memprihatinkan.
“Saya sampai tidak ingat kapan terakhir diperbaiki, karena sudah terlalu lama belum tersentuh rehabilitasi atau perbaikan,” katanya, seraya berharap kondisi sekolah tersebut segera mendapat penanganan dari pihak terkait.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Bangkalan menjelaskan, bangunan sekolah tersebut merupakan SD Inpres yang dibangun pada awal 1980-an. Usia bangunan yang lapuk ditambah cuaca ekstrem menyebabkan empat ruang kelas roboh.
Sebelumnya, status lahan sekolah sempat tersangkut sengketa sehingga tidak pernah mendapat bantuan rehabilitasi.
Kini, setelah status lahan resmi menjadi milik Pemkab Bangkalan, sekolah tersebut sudah diajukan untuk rehabilitasi total melalui anggaran tahun 2026. Untuk sementara, para siswa dan guru diungsikan ke rumah warga maupun lokasi lain yang bisa digunakan.
Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan, Moh Ali Yusri, menegaskan bahwa revitalisasi sudah diusulkan dan diharapkan segera terealisasi agar siswa bisa kembali belajar dengan aman.
“Sudah kami usulkan melalui revitalisasi Tahun 2026, program prioritas nasional juga terkait sarana dan prasarana sekolah sudah kami komunikasikan juga dengan pusat. Insya Allah dalam waktu dekat ini ada kabar baik sehingga SDN 2 Tlaga ini bisa segera kita perbaiki,” ujar Ali Yusri.
Sementara itu, Rifki Ashrofi, siswa kelas VI, berharap segera memiliki ruang kelas layak agar bisa belajar dengan nyaman tanpa harus berpindah ke rumah warga.
“Harapannya saya dan kawan-kawan bisa belajar dengan nyaman,” kata Rifki. (SUK)










