Kadinkes DKI Jakarta Pastikan 5 Nakes yang Cibir Pasien BPJS Bukan Pegawai Faskes Pemprov

Kepala Dinas kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.
banner 468x60

JAKARTA, LM – Kepala Dinas kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati pastikan Nakes yang mencibir atau merendahkan pasien BPJS Kesehatan di media sosial dipastikan bukan merupakan pegawai yang bekerja di fasilitas kesehatan (Faskes) yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Hal itu dikatakan Ani usai komentar tersebut viral di media sosial, tidak ada satupun yang mencibir merupakan nakes yang bekerja di faskes milik Pemprov DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Terkait kasus yang kemarin, beberapa nakes yang terindikasi melakukan tindakan pencibiran di medsos, ada lima tenaga kesehatan dan tenaga medis, tidak ada satupun yang merupakan nakes yang bekerja di faskes milik Pemprov DKI,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, dari lima nakes tersebut, Ani menyebut terdapat satu orang yang bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun, nakes itu bukan merupakan ASN DKI Jakarta.

“Memang ada salah satu yang bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta,” ucapnya.

Meski bukan pegawai Pemprov DKI Jakarta, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pimpinan rumah sakit tempat nakes tersebut bekerja. Ia menyebut tindakan lanjutan tentunya akan menjadi kewenangan pimpinan rumah sakit tersebut.

“Dalam hal ini kapasitas Pemprov adalah kami melakukan koordinasi dengan pimpinan rumah sakit karena pembinaan nakes pada dasarnya menjadi kerja bersama antara kami Dinas Kesehatan, organisasi profesi, KKI,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang pasien BPJS, @yurizaltrich dalam utas di media sosial Threads mengeluhkan soal pelayanan di sebuah rumah sakit. Sebab ia telah menunggu selama 8 jam namun tak kunjung mendapat kamar untuk rawat inap.

Dia enggan menyebutkannya nama rumah sakit tersebut kendati dirinya pasien BPJS. Saat ini, netizen sekaligus pasien BPJS yang mengunggah utas itu dikabarkan telah meninggal pada 31 Juli 2026.

Keluhan sang pasien di media sosial itupun ternyata menuai berbagai reaksi dari netizen lainnya termasuk adanya dugaan beberapa oknum nakes yang justru memberikan komentar negatif dan dinilai nirempati terhadap pasien tersebut.

Komentar tersebut sontak menyita perhatian netizen dan viral di media sosial. (BUD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *