
Lintas Monitoring
September 9, 2026
Bekasi- Sangsi dan transparansi, melalui berbagai temuan dan laporan yang diperoleh awak media. Tentang penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diterima oleh pihak sekolah. Maka ada berapa pertanyaan yang hendak disampaikan kepada Kepala SMKN 1 Cikarang Barat meliputi:
Anggaran administrasi Rp:1.626.983.000,-dengan pertanyaan mengapa harus sebesar itu dianggarkan? Disamping itu tidak ada papan laporan secara terupdate tentang penggunaan dana BOS di sekolah
Pengembangan perpustakaan Rp: 560.440.000,- apa saja yang dibelanjakan oleh sekolah dengan anggaran tersebut ?
Anggaran sarana dan prasarana Rp:597.256.000,- mengapa anggaran sangat besar apakah termasuk penerangan kantin sekolah
Pungutan dalam acara wisuda siswa.
Anggaran Penerimaan Peserta Didik Baru Rp:52.900.000,- mengapa anggaran sangat besar ?
Terindikasi terjadi penyimpangan dana BOS dalam pengadaan buku perpustakaan mulai 2021 hingga 2025, sehingga berapa banyak dalam kurun waktu 4 tahun jumlah buku yang dibeli? Mengingat anggaran yang diterima tahun 2025 sangat besar Rp:3.300.780.000,-
Berdasarkan laporan yang diperoleh pihak sekolah, diduga menerima fee untuk semua jenis mata kegiatan di sekolah dari rekanan/pemborong.
Sungguh ironis Nama Kepala Sekolah SMKN 1 Cikarang Barat B.Agus wimbadi.M.PD kabupaten Bekasi disebut-sebut sebagai sosok yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan dana Bos disekolah tersebut namun hingga kini, belum ada tanggapan atau klarifikasi langsung dari B.Agus.wimbadi.M.PD
Pemerhati Pendidikan dan Kebijakan Publik Irawan SE turut mengomentari pihak sekolah wajib memberikan informasi dan keterangan penggunaan dana BOS di sekolah. Tentu saja agar mudah dapat di akses oleh publik, tidak ada alasan mempersulitnya, Jumat (06/09) Apa lagi yang dipertanyakan seputar
kegiatan yang terkait dengan penggunaan dana tersebut.
Pertanyaannya kenapa harus dipermudah informasi untuk publik? Menurut dia, karena menyangkut anggaran negara dan bukan uang pribadi hal ini harus dipahami dengan baik. “Beri penjelasan yang akurat terhadap wartawan agar tidak menimbulkan spekulasi negatif kepada publik,” tandas Irawan.










