Komnas HAM Sebut Minta Puspom TNI Buka Akses untuk Periksa 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM meminta Puspom TNI memberikan akses agar Komnas HAM bisa bertemu dan memeriksa dengan empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus.
banner 468x60

JAKARTA, LM – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI membuka akses agar Komnas HAM dapat memeriksa langsung empat tersangka pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS (AY).

Komnas HAM sebelumnya telah meminta agar jadwal pertemuan digelar pada Jumat (10/4/2026) pekan ini.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Koordinator Subkomisi Penegakan Hukum Komnas HAM Pramono Ubaid menjelaskan, Komnas HAM masih menunggu persetujuan dari Puspom TNI.

“Kita minta tiga hal, tapi salah satunya adalah Komnas HAM diberi akses untuk bertemu dengan empat orang pelaku. Nah itulah yang saat ini masih kita koordinasikan. Kita mintanya sih hari Jumat besok, tetapi kita tunggu apa namanya persetujuan dari pihak Puspom,” jelas Pramono Ubaid di Kantor Komnas HAM, Rabu (8/4/2026).

Pramono Ubaid menyebut, akses pemeriksaan terhadap tersangka menjadi bagian penting dalam pendalaman kasus, termasuk untuk menelusuri kemungkinan adanya perintah dalam rantai komando.

“Pertanyaan terkait apakah ada operasi atau perintah atasan tentu menjadi poin penting yang akan kami dalami saat memeriksa para tersangka,” kata Pramono.

Pramono berharap agar TNI berkomitmen untuk menegakkan kasus kekerasan ini secara transparan. Oleh karenanya, ia mendorong agar pertemuan antara Komnas HAM dan pelaku kekerasan bisa difasilitasi.

“Ini kan komitmen dari Puspom kan akan melakukan proses penyidikan dan proses persidangan yang transparan dan akuntabel. Nah, itulah yang kita dorong transparansinya gitu, termasuk salah satunya adalah memberi akses Komnas HAM untuk bertemu dengan empat orang pelaku.” sebut Pramono.

Selain memeriksa tersangka, Komnas HAM juga berencana meminta keterangan dari sejumlah ahli guna memperkuat konstruksi temuan. Ahli yang akan dilibatkan berasal dari bidang pidana, militer, hingga intelijen.

Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkap identitas 4 tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

“Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI ya. Jadi inisialnya NDP pangkatnya Kapten. Kemudian inisial SL pangkatnya Lettu. Kemudian inisial BHW pangkatnya Lettu. Kemudian yang terakhir inisial ES pangkatnya Serda,” katanya dalam konferensi pers yang digelar di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026). (WAN)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *